Sunday, May 31, 2015 0 comments

PROTES!

KEMARIN

Suka
Sukamu sukaku
Sukaku sukamu
Sukamu sukaku sukakita
Tawa
Tawamu tawaku
Tawaku tawamu
Tawamu tawaku tawakita
Duka
Dukamu dukaku
Dukaku dukamu
Dukamu dukaku dukakita
Air mata
Air matamu air mataku
Air mataku air matamu
Air matamu air mataku air mata kita

KINI

Sukamu sukamu
Sukaku?
Tawamu tawamu
Tawaku?
Dukamu dukaku
Dukaku?
Air matamu air mataku
Air mataku?



Tuesday, May 19, 2015 0 comments

Di Bawah Mentari Senja

Di bawah mentari senja,
Kurekam setiap momen yang terjadi dalam mobil kecil sore ini
Percakapan dua insan yang akan terpisah ribuan mil
Lelaki yang berada di balik kemudi mobil,
dengan jiwa seorang prajurit
Melindungi dan memperjuangkan yang lemah agar tetap hidup,
itulah yang tertanam dalam benaknya
Perempuan di sampingnya,
tiada yang bisa menebak jalan pikiran perempuan itu
Bagai alam semesta,
misteri tak terselami di dalam otaknya.

Hati yang penuh cinta
Lelaki itu menyerahkan hatinya yang putih bagi perempuan di sampingnya
Menyangkal pun lelaki itu tak dapat

Di bawah mentari senja,
Perempuan di samping kemudi itu pergi
Lelaki yang ditinggalnya mengeluh tak bisa luruskan punggung
Terpaksa ia tidur berbantal kemudi mobil
Alunan musik lamat-lamat mengalun mengisi sunyi
Musik berhenti
Senyum dilemparkan lelaki itu padaku
"Tanpamu, hanya lantunan musik yang mengisi mobil ini."

Di bawah mentari senja,
Gemuruh ombak menggulung dan menghempas
Sekuat tsunami, memukulku



18 Mei 2015.
Monday, December 22, 2014 0 comments

Forgiven?

Aku sudah memaafkanmu. Kuabaikan seluruh sifat burukmu. Aku sudah memaafkanmu dengan segenap hatiku. Memaafkanmu memang sudah nazarku. Sebelum kesibukan menelan setiap jam yang kupunya, aku akan meminta maaf padamu atas semua kesalahanku dan memaafkanmu pula.  

Kita sudah saling memaafkan, bukan?

Aku sudah tidak pernah melangkahkan kakiku melewati batas teritori antara hidupmu dan hidupku. Tak sekalipun aku berusaha menerobos garis kuning yang terbentang di antara kau dan aku. Begitu pula dirimu. Aku mengingatmu sebagai bagian dari sejarah kehidupanku yang kompleks. Memori tentang dirimu tidak pernah terkikis oleh waktu. Bahkan aku masih ingat bagaimana kau merengkuh tubuhku ketika aku dihadapkan pada kenyataan hidup yang membawaku pada jalan buntu.

Kini kau sudah memutus urat kesabaranku.

Kusodorkan senyum, kau sajikan caci maki.

Quid feci tibi? What have I done to you?
Saturday, June 8, 2013 0 comments

Jawab?

Kuterbangkan anganku ke atas awan
Bebas mencari jalan untuk menuju ke muaranya
Kuhembuskan harapanku bersama angin laut
Biarkan ia mengarungi deru ombak di gelap malam
Kubisikkan pintaku di setiap hela nafasku
Ikuti arus menuju Khalik

Kulakukan semua itu
sembari aku menanti jawab 
hingga aku kering rapuh seperti batang kara

Adakah dia?
Monday, April 15, 2013 0 comments

Gak Usah Pake Judul. Bikin Bingung -__-

Campur aduk
Berbagai polemik berkecamuk di kepala
Berlompatan
Meledak-ledak seperti mercon bantingan
Membuat penat kepala kecil ini

Namun ada satu yang membuat ledakan besar di dalam benak

Kamu. Lagi-lagi

Bayangan dirimu
seperti tak mengenal kata berhenti untuk mengikuti di sepanjang langkah kakiku
Aku dan kamu sama-sama sadar
Waktu, jarak, dan ruang memisahkan kita sekian kilometer jauhnya
namun satu yang takkan terpisahkan

benang merah di antara kita.

namun aku tak mau bayanganmu terus menghantuiku
bukan, bukannya aku tak cinta
aku hanya ingin semuanya mengalir seperti sungai

Dan inilah caraku mencintaimu
Mungkin aneh bagimu, tetapi ini membuatku ingin mencintaimu. Lagi dan lagi.


22 : 01

0 comments

Kertas Kosong

Kertas ini masih kosong
Kertas ini masih putih, seputih awan di angkasa fajar
Sama seperti ketika dia baru diciptakan

Kertas ini masih kosong
Tinta pena pun belum tergurat di atasnya

Kertas ini masih kosong
Menunggu saatnya untuk dicorat-coret
menanti waktu yang tepat untuk digurat dengan tinta warna
entah hitam, biru, merah, emas, perak, apapun itu
Bahkan darah pun jadilah

Kertas ini masih kosong
Sabar berjaga menyongsong sang penulis sejati yang akan menggoreskan tinta pertamanya
Ya, penulis sejati yang akan menuliskan kisahnya di atas kertas kosong itu
Friday, February 8, 2013 0 comments

Caelum et Terra : Langit dan Bumi

Langit dan Bumi. Banyak orang berpikiran bahwa langit dan bumi itu takkan bersatu. Seperti minyak goreng dan air. Benar-benar berbeda. Namun jalan pikiranku tak sama dengan orang kebanyakan. Karena aku melihat segala sesuatu dari dimensi yang berbeda. Di saat orang-orang melihat sesuatu dari sudut yang sama, aku melihatnya dari sudut pandangku sendiri. Dengan cara itulah baik dan buruknya suatu hal dapat ditelisik. 

Bagiku langit dan bumi tak selamanya berbeda. Tidak selalu langit dan bumi terpisahkan oleh jarak yang puluhan bahkan ratusan kilometer jauhnya. Justru sebaliknya, mereka selalu bersama―berjalan beriringan mengitari sang surya demi kita, anak dan cucu Adam. Langit dan bumi takkan bisa hidup tanpa satu sama lain. Bumi dan kita bernaung di bawah lindungan langit yang melindungi kita dari hempasan meteoroid dan pancaran sinar surya yang begitu kuat. Langit membutuhkan oksigen yang disuplai dari pepohonan, walaupun sesungguhnya langit telah memilikinya. Kalau bumi tiada, apa guna langit dan segala yang terkandung di dalamnya? 

Langit dan bumi bersatu untuk melibas segala marabahaya yang seringkali mengancam mereka. Entah itu dari luar ataupun dari dalam―dari kita sendiri. Langit dan bumi sudah berjuang sekuat tenaga untuk melawan rintangan demi kelangsungan hidup kita. Namun mengapa kita masih menyia-nyiakan perjuangan mereka dengan pencemaran? Langit dan bumi sudah mencintai kita sepenuh hati. Tak bisakah kita membalas cinta dan perjuangan mereka? 


“What you take from the earth, you must give back. That's nature's way.” 
― Chris d'Lacey, The Fire Within
 
;